Rabu, 10 Oktober 2012

Proses Pengambilan Keputusan

Nama            : Hendri Dwi Rusmedia
NPM            : 13210214
Kelas            : 3EA14
Mata Kuliah  : Perilaku Konsumen #
Dosen           : AMARILYS ANDARITIDYA

Proses Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternative. Pengertian ini mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah.

Langkah-langkah dalam proses pengambilan keputusan


Menurut Herbert A. Simon, Proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu :

Kegiatan Intelijen
Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
Kegiatan Desain
Tahap ini menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
Kegiatan Pemilihan
Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif yang tersedia.


Sedangkan menurut Scott dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :

Proses pencarian/penemuan tujuan
Formulasi tujuan
Pemilihan Alternatif
Mengevaluasi hasil-hasil
Pendekatan konperhensif lainnya adalah dengan menggunakan analisis sistem, menurut ELBING ada lima langkah dalam proses pengambilan keputusan :
Identifikasi dan Diagnosa masalah
Pengumpulan dan Analisis data yang relevan
Pengembangan dan Evaluasi alternative alternative
Pemilihan Alternatif terbaik
Implementasi keputusan dan Evaluasi terhadap hasil-hasil



Model-model Pengambilan keputusan

Model Perilaku Pengambilan keputusan

Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum
Model Manusia Administrasi, Dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip orang tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan
Model Manusia Mobicentrik, Dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus selalu bergerak bebas mengambil keputusan
Model Manusia Organisasi, Dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan
Model Pengusaha Baru, Dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif
Model Sosial, Dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang seringb tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situsai dibawah sadar.

Model Preskriptif dan Deskriptif


Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu :

Model Preskriptif
Pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
Model Deskriptif
Model ini menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu.
Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi.


Disamping model-model diatas (model linier) terdapat pula model Spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.


Teknik-teknik Pengambilan Keputusan

Teknik Kreatif

Brainstorming
Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-idenya.
Synectics
Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan, dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok.
Teknik Partisipatif
Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Teknik Modern

Teknik Delphi
Teknik Kelompok Nominal
contoh kasus

Metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika kelompok tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.

Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota kelompok terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.

Tipe-tipe proses pengambilan keputusan

Tipe pengambilan keputusan (Decision Marking) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.

Keputusan dibagi dalam 3 tipe:


1. Keputusan terprogram (programmed decision)

Keputusan yang dibuat untuk menangani situasi / masalah yang cukup sering terjadi, sehinnga pembuat keputusan dapat membuat aturan-aturan pembuatan keputusan untuk diterapkan di masa depan. 


2. Keputusan tidak terprogram (nonprogrammed decision)

Keputusan yang dibuat dalam menanggapi situasi yang unik, tidak familier dan tidak terstruktur serta menimbulkan konsekuensi-konsekuensi penting bagi organisasi.banyak keputusan tidak terprogram melibatkan perencanaan strategis, karena ketidakpastiannya begitu besar dan keputusan merupakan hal yang sangat kompleks.

3 Keputusan setengah terprogram
Keputusan yang sebagian dapat deprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin  dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci. 



Faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan oleh konsumen

Pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) seseorang dipengaruhi oleh factor personal dan factor social .

A.    Factor personal
1)      Motivasi
Motivasi adalah dorongan (drive) internal untuk melakukan tindakan sesuatu sebagai usaha pemenuhan kebutuhan (needs). Memahami motivasi tidaklah mudah karena keadaan itu merupakan situasi yang sangat pribadi . ada beberapa teori motivasi yang terkenal diantaranya:
Teori motivasi dari Abraham H.Maslow yang menyatakan bahwa kebutuhan pribadi terdiri atas beberapa tingkatan (kebutuhan fisik , keamanan , sosialisasi , penghargaan dan jati diri) dan pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan secara progresif (dari tingkatan terbawah ke tingkat atas).
Teori motivasi dua factor olleh Herzberg yang menyatakan bahwa motivasi seseorang melakukan kegiatan atau tindakan adalah untuk mencapai tingkat kepuasan (factor motivasi) dan atau untuk menekan rasa ketidak puasan (factor hijienik).
2)      Perepsi
Persepsi adalah proses pemilihan , pengorganisasian dan oengartian informasi berdasarkan pengalaman pribadi. Seseorang melihat suatu objek atau persoalan yang dihadapinya tidaklah sama satu dengan yang lain , itu dikarenakan persepsi seseorang tidaklah selalu sama. Dari objek atau permasalahan yang sama , apabila dipandang dari sudut pandang berbeda akan menghasilkan interpretasi yang berbeda pula.

3)      Pemahaman
Pemahaman (learning) adalah proses perubahan pemikiran atau pemahaman seseorang karena adanya pengalaman-pengalaman pribadi (diri sendiri maupun orang lain) sebelumnya. Pengaruh-pengaruh terhadap pemahaman seseorang dapat memperkuat kembali (positif reinforcement) tetapi bahkan juga dapat memperlemah (negative reinforcement) tindakan lebih lanjut, karena pemahaman tergantung pada pengalaman.
Proses pemahaman:
a.       Drives adalah stimulus internal dari diri seseorang yang berusaha untuk mengatasi masalah karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Contohnya mengatasi rasa lapar , haus , dsb
b.      Cues adalah stimulus eksternal yang terekpos agar memperoleh respons seseorang . misalnya produk . symbol , iklan, dsb
c.       Response adalah reaksi atau tanggapan seseorang atas stimulus (internal atau eksternal) yang diterimanya. Respon tersebut dapat berwujud kesediaan untuk memenuhi atau menolak pemenuhan tersebut.
d.      Reinforcement adalah penguatan terhadap perilaku usaha pemenuhan atau penolakan kebutuhan berdasarkan pengalaman yang diperoleh

4)      Kepercayaan (belief)
Kepercayaan adalah deskripsi tingkat penerimaan pemikiran seseorang atas suatu obyek atau gejala. Tingkat kepercayaan seseorang untuk menentukan citra terhadap seatu obyek sebagai dasar sikap melakukan suatu tindakan .

5)      Sikap (attitude)
Sikap adalah penilaian relative seseorang terhadap obyek atau pemikiran tertentu secara konsisten. Meskipun dapat dipengaruhi oleh factor lingkungan , sikap merupakan penilaian yang sangat subyektif dan seringkali sulit untuk dirubah.

6)      Kepribadian (personality)
Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang relatif konsisten terhadap respons akhir suatu obyek di lingkungannya.

B.     Factor social
1)      Peran dan status
Peran adalah kegiatan – kegiatan seseorang untuk menyatakan keberadaan atau yang diharaokan pada dirinya dalam lingkungannya . status adalah penghargaan umum kelompok atau masyarakat terhadap seseorang.

2)      Keluarga
Keluarga merupakan kelompok yang paling langsung mempengaruhi perilaku seseorang.

3)      Kelompok referensi
Kelompok referensi adalah kelompok yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi pembentukan perilaku dan sikap seseorang.

4)      Klas social
Klas social adalah tingkatan dari struktur klas masyarakat yang berjenjang dan relatif permanen dalam persamaan nilai , minat , dan perilaku.

5)      Subkultur
Subkultur adalah kelompok masyarakat yang mempunyai kebersamaan sistem nilai berdasarkan kesamaan situasi dan pengalaman hidupnya
.
6)      Kultur
Kultur adalah sistem nilai , persepsi , kebutuhan dan perilaku yang dipahami oleh setiap anggota masyarakat melalui keluarga atau kelompok penting lainnya.

Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar